Skip to main content

LAB 5.1 : KONSEP WIRELESS

 LAB 5.1: KONSEP WIRELESS

SEBENARNYA  APA SIH WIRELESS ITU?

wireless adalah jaringan yang menghubungkan telekomunikkasi perangkat satu dengan lainnya tanpa mengggunakan media kabel sebagai media penghantarnya. sebagai gantinya, jaringan nirkabel yang digunakan adalah media transmisi untuk menghantarkan gelombang elektromagnetik

MACAM MACAM MODE/ FITUR YANG ADA PADA ROUTER MIKROTIK

1. AP - bridge
mode ini digunakan sebagai access point atau pemancar yang bisa melayani banyak client atau disebut juga dengan point to multipoint (PTMP)

2. Bridge
mode ini digunakan sebagai access point atau pemancar akan tetapi hanya bisa melayani satu client atau disebut juga dengan point to point (PTP)

3. Station
mode ini digunakan sebagai wireless client atau penerima dalam topologi point to point atau point to multipoint

4. Station bridge
mode ini merupakan mode pada interface wireless yang berfungsi sebagai penerima, dan perlu diketahui bahwa mode ini hanya bisa digunakan apabila perangkat pemancar merupakan perangkat mikrotik

MACAM MACAM BAND YANG ADA PADA MODE WIRELESS

-2Ghz-b, bekerja di frekuensi 2,4Ghz. Menggunakan protokol 802.11b dengan data rate maksimum 11 Mbit/s.

-2Ghz-b/g, juga bekerja di frekuensi 2,4Ghz. Menggunakan protokol 802.11b dan 802.11g. protokol 802.11g hampir sama seperti 802.11b akan tetapi melakukan transmisi dengan basis OFDM seperti 802.11a sehingga protokol 802.11g bisa mencapai 54 Mbit/s.

-2Ghz-b/g/n, bekerja di frekuensi 2,4Ghz. Menggunakan protokol 802.11b, 802.11g dan 802.11n. Pengembangan dari standart protokol 802.11, ditambah dengan kemampuan multiple-input multiple-output (MIMO). Dengan tambahan fitur MIMO ini, secara teori maksimal data rate yang bisa dicapai adalah 300 Mbit/s.

-2Ghz-only G, bekerja di frekuensi 2,4Ghz, hanya menggunakan protokol  802.11g.

-2Ghz-only N, bekerja di frekuensi 2,4Ghz, hanya menggunakan protokol  802.11n.

-5Ghz-a, bekerja di frekuensi 5 Ghz. Menggunakan protokol 802.11a, maximum data rate yang bisa dicapai adalah 54 Mbit/s.

-5Ghz-a/n, bekerja di frekuensi 5 Ghz. Menggunakan protokol 802.11a dan 802.11n.

-5Ghz-only N, bekerja di frekuensi 5 Ghz dan hanya menggunakan protokol  802.11n.


Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGGUNAKAN PNET UNTUK MEMBUAT TOPOLOGI

 Topologi merupakan cabang matematika yang bersangkutan dengan tata ruang yang tidak berubah dalam deformasi dwikontinu atua bisa di sebut juga suatu metode untuk menghubungkan 2 komputer atau lebih, dengan menggunakan (kabel utp,fiber optik) maupun tanpa kabel (nirkabel) sebagai media transmisi LANGKAH LANGKAH 1.Buka aplikasi vmware dan winscp yang kemarin sudah kita konfigurasi (link kemarin : https://rizkynurkelasindustri.blogspot.com/2022/09/cara-konfigurasi-pnet-di-vmware-sampai.html ) 2. di aplikasi winscp masukkan ip yang ada di vmware dan juga masukkan username 'root' dan password yang kemarin kita tambahkan 3.ubah file yang root ke '/<root>' 4.masuk ke file (opt-unetlab-addons-qemu) 5.buat folder baru dengan nama 'Mikrotik-6.49.3' karena saya menggunakan chr-6.49.3 6.jika sudah selesai membuat file masuk ke folder itu dan upload file 'chr-6.49.3' 7.tunggu sampai upload selesai 8.jika sudah selesai ubah nama file menjadi 'hda.qcow2'...

LAB 2.4 : KONFIGURASI IP POOL

 LAB 2.4 : KONFIGURASI IP POOL LANGKAH LANGKAH MELAKUKAN KONFIGURASI IP POOL 1. Disini saya menggunakan lab virtual menggunakan sistem operasi pnet dan saya menggunakan topology seperti gambar dibawah ini yang berisikan 1 router, 1 switch, 2 pc, internet 2. Nyalakan semua komponen topology dan lakukan konfigurasi pada router pertama yang kita lakukan adalah melakukan konfigurasi pada identitas dan juga melakukan ping pada dns google untuk memastikan tersambung ke internet 3. Setelah selesai langkah selanjutnya adalah kita melakukan penambahan ip dan juga penambahan ip pool 4. Selanjutnya kita masukkan address pool yang sebelumnya kita buat ke dalam ip dhcp server 5. Langkah selanjutnya kita melakukan konfigurasi pada ip dhcp server network dengan menambahkan gateway dan dns server 6. Langkah selanjutnya adalah kita mengaktifkan dhcp server yang sebelumnya disable menjadi enable 7. Selanjutnya kita akan lakukan konfiigurasi pada pc, apakah range yang diberikan pada ip pool sudah ter...

LAB 7.4 : PPPOE TUNNELING

 LAB 7.4 : PPPOE TUNNELING langkah langkah melakukan konfigurasi pppoe tunneling pada kali ini kita menggunakan metode virtual dan pada kali ini menggunakan sistem operasi pnet langkah pertama yang akan kita lakukan adalah membuat topology terlebih dahulu seperti gambar dibawah ini 2. selanjutnya kita akan masuk pada router isp dan melakukan penambahan pppoe server untuk command yang saya gunakan bisa dilihat pada gambar dibawah ini jangan lupa untuk enable terlebih dahulu 3. selanjutnya kita akan menambahkan ppp secret dengan service pppoe, isi nama dan password, disini saya menggunakan remote address (192.168.1.2) dan local address (192.168.1. 1) untuk hasil konfigurasi dan pengerjaan bisa dilihat pada gambar dibawah 4. selanjutnya kita akan masuk ke router costumer disini kita melakukan penambahan pada interface ppoe-client untuk hasil konfigurasi dan pengerjaan bisa dilihat pada gambar dibawah 5. verifikasi ip address MATERI 7.4 TELAH SELESAI